Bulan separuh yang tercinta ! Maukah kau duduk di sampingku ?
Sekedar mendengarkanku bercerita,
atau meminjamkan tubuh bantatmu agar aku bisa bersandar sebentar
Sebentar saja, aku ingin menangis
Menangis karena alasan yang tak seharusnya
Bulan separuh yang tercinta !
Salahkah bila aku mulai berkenalan dengan Cemburu
Entah kapan dia datang
Tapi kedatangannya begitu menyakitkan
___________________________________________________________

Cemburu yang biadab! Maukah kau pergi saja ?
Tinggalkan aku sendirian
Meskipun tak ada lagi yang bersedia menyodorkan punggungnya padaku
Puas kamu melihatku menangis ?
Menangis karena kamu!
Ya, kamu, Cemburu!
Ah, sudahlah
Jaring laba-laba di pojok kamar, dia mengejekku
Karena aku tak bisa enyah dari perkenalan menyakitkan itu
Pergilah 



beauty isn't it ? :)

Saya selalu jatuh cinta kepada langit, kepada bau hujan, kepada lautan, kepada angin, kepada es krim, dan kepada segenap ciptaan-Nya. Mereka masih sama, selalu tersenyum pada saya. Yes, They still! :)
Masing-masing memiliki keindahan yang dinikmati dengan caranya sendiri-sendiri pula. 
"Fabiayyi aalaa'i Rabbi kumaa tukadzdzibaan - Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"


apa adanya

Saya bukan benar-benar saya, ketika di depanmu, pun ketika saya corat-coret tak penting di sini. Menuliskan apapun yang terlintas, dengan transparansi yang saya tahan sendiri. Bukankah seharusnya tidak? Sengaja memang, karena manusia adalah rahasia. Tidak perlu mengumbar. Tentu. Sebentar, jangan pernah katakan saya pembohong dengan kelakuan saya ini. Saya cuma, entahlah, saya juga tidak mengerti kenapa saya jadi seperti ini. Bosan. Kemudian masa depan tak semenarik dulu. Mmm.. gimana ya saya akan bercerita? Mungkin begini, hati saya sudah kotor dan rentan penyakit. Penuh dengan sesuatu yang benar-benar bisa memecah otak saya. Sesuatu yang sebenarnya tidak nyaman namun tetap dipertahankan. Sesuatu yang seharusnya diceritakan namun sangsi untuk dibagi. Begitulah saya. Hal yang sebenarnya sangat tidak saya suka. Selalu, selalu  menjadi bukan saya. Ah.. saya................... -_-"
Jadi saya membaca ulang tulisan ini, dan saya bingung sendiri. Intinya? Pokok pikirannya ? Nggak ada. Saya semakin gedhe kok ya semakin rumit ya. Saya rindu berpikir sederhana. Bagaimana? Hahha.. sudahlah, berada dalam kamar sendirian pas hujan memang selalu membuat saya begini. Tidurlah, ajak saya kedalam mimpimu yang menyenangkan itu ya ? Janji? :) karena saya jarang mimpi indah
Mungkin besok saya perlu membeli es krim. Ya, es krim selalu bisa menenangkan saya. Titik.