Home » What Happens ?
![]() |
| ibuk :* itu rambutnya pengen tak benerin aja kalo ngliyat. hih |
Ah.. akhir" ini saya sibuk sekali. Bukan, bukan karena ngerjain tugas. bukan karena ini pekan uas. tapi sibuk karena *rahasiaaa*. Jadi tiap akhir pekan kerjaanya pulang, sibuk nyiapin ini itu, cuma bertiga, ibuk, bapak, dan saya. benar-benar merasa anak tunggal! kemana-manapun cuma berdua sama ibuk. tapi capeknya itu loh, sampek badan itu ga kerasa udah pada gosong" semua.
dan yang paling menyedihkan, saya nggak bisa ikutan traktirannya cilaaaaaaaa. saya lagi nangis bombai gara-gara ngupasin bawang merah banyak banget pas mereka happy" makan. -_-
[cila, pokoknya aku ditraktir yg lebih spesial yah]
ibuk sama saya emang cupu banget dah, nangis berdua padahal baru sekitar 4 bijian yg dikupasin. haha
akhirnya saya punya ide, gimana kalo pakek kacamata. kali aja kan ya... ngupas sama kacamataan [guayaa], awalnya sih nggak pedes, tapi ternyata dapet berapa butir pedes lagi, nangis lagi, ketawa-ketawa lagi.
oke, tapi gapapa demi masku tercinta, apasih yg nggak
cepatlah berbahagia ya mas! :)
meskipun ada sedikit kesedihan terselip
meskipun kedewasaanmu masih saya butuhkan
meskipun beraaaaaaaaaaaaaaaattt sekali rasanya
ini memang saatnya mas pergi
perkara nanti siapa yang akan mengantar saya pergi kemana-mana sambil menggerutu
siapa yang akan saya repotin kalo lagi apa-apa
siapa yang akan saya mintain duit kalo lagi bokek
siapa yang akam marah"in saya lagi kalo cengeng
itu urusan nanti
trimakasih ya untuk selama ini
cepatlah berbahagia ya mas! :)
![]() |
| Belakang D5, 240413, 18:37 |
Ssst, "ada bulan", bisik ranting kepada dedaunan
Tentu Bulan mendengar bisikan itu
Bulan menoleh sebentar, wajahnya kali ini cerah memang
Namun sayu matanya itu tak bisa disembunyikan
Kemudian langit malam bertanya,
"Kau kenapa? Bukankah malam ini semesta menjadi milikmu?"
Mata Bulan semakin sayu, ia tak ingin ceritanya didengar pepohonan di bawah sana
Perlahan sinarnya menyelimuti langit kelam
Nyaris berbisik, Bulan bercerita
Ternyata Bulan sedang merindu
Langit hanya diam
Kemudian menabur awan untuk menemani bulan yang kesepian
Sayang . . .
Dia seorang perempuan, muda, dan
begitu cerdas. Terlihat jelas dari perangainya. Tampilannya sederhana, tidak
menunjukkan bahwa dia adalah seorang dokter muda di
Pulau Dewata sana. Sepanjang ia datang, senyum gigi kawatnya itu yang selalu
mengembang ramah. Seperti sudah berkali-kali bertemu kemudian ngobrol santai
bersama keluarga kami. Sesekali guyonan memecah tawa suasana sore itu. Ia
banyak sekali bercerita tentang perjalanan hidupnya yang berpindah-pindah kota,
tentang kuliahnya, pun tentang keluarganya. Jika boleh dibandingkan, keluarga
kami dengan keluarganya seperti langit dan bumi. Betapa bapak dan ibuk
berkali-kali menghela napas tak percaya, anak laki-laki satunya begitu
“beruntung” dipertemukan dengan sosok wanita seperti itu, sekaligus tak percaya.
Apa yang ia lihat dari sosok Mas ? Saya rasa Mas saya pakai sihir ini untuk
memincut perempuan itu. Ahaha.. saya tak habis pikir sama sekali. Mungkin
inilah hadiah untuk Mas saya setelah berkali-kali disakiti oleh perempuannya
yang dulu.
Kembali ke tokoh awal, si
perempuan. Kalau dilihat sekilas, ia begitu mirip dengan Mbak saya. Kulit
putih, pipi tembem, hidung yang nggak mancung tapi juga nggak pesek, bibir yang
tipis, kecuali matanya yang agak sedikit belo. Tidak cantik, tidak jelek, tapi
enak dipandang. Keluarga besar saya terlihat begitu antusias menyambut
kedatangannya yang tiba-tiba. Ia diperkenalkan sebagai perempuan yang akan
menemani hidup Mas saya selanjutnya, selamanya (amin). Namanya Zata.
![]() |
| beauty isn't it ? :) |
Saya selalu jatuh cinta kepada langit, kepada bau hujan, kepada lautan, kepada angin, kepada es krim, dan kepada segenap ciptaan-Nya. Mereka masih sama, selalu tersenyum pada saya. Yes, They still! :)
Masing-masing memiliki keindahan yang dinikmati dengan caranya sendiri-sendiri pula.
"Fabiayyi aalaa'i Rabbi kumaa tukadzdzibaan - Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan tentang akhir tahun, tapi entah kenapa tidak terlaksana juga. Faktor kemalasan saya yang membuat ini itu hanya jadi sebuah masa lalu, tanpa ada yang indah untuk dikenang, untuk dibagi kebahagiannya dengan orang lain. Yahh.. sudahlah semuanya biar hanya mengendap di memori kepala saya atau mungkin____ memori pc saya. Hahaha..
Terimakasih untuk 2012. Semoga semuanya menjadi lebih baik. Semoga menjadi insan yang bermanfaat. :)
Good bye 2012, Hello 2013
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.”
(Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)
Bahkan sebenarnya
setumpuk terima kasih tak cukup mewakili
Ya ! Tetapi
Benar-benar setulus hati , terimakasih untuk segalanya selama ini :")
Doaku masih terus kulantunkan untukmu di tiap akhir sholatku
Terlalu sederhana sebenarnya
Untuk membalas cinta dan kasihmu
Atau bahkan amarahmu
Karena ku tau, dibelakang amarahmu
Kau sisipkan cinta untukku
Ah, semoga semuanya baik-baik saja
Terjadi seperti melukis pelangi
Di atas padang pasir
SELAMAT HARI IBU
Kos, 22 Desember 2012
6 : 10
Buat ibukku
♥ Auliya
Kalo diumpamain, bulan november itu kayak mottonya FSUM ini nih... :)
Banyak cerita, banyak rasa
Seneng, ketawa, sedih, menangis, loro pikir, loro awak, ragu, bingung, sepi, semuanya, kerasa banget di bulan ini. Ah, tapi itu udah jadi bagian dari masa lalu, absurd! :D
Selamat tinggal angin novembeeerrr... selamat tinggal mendung, gerimis, ujan
Selamat datang desembeeerr.... semoga menjadi insan yang lebih baik lagi, istiqomah
| diambil dari lantai 2 rumahku -homesick- |
Yah.... paling ga enak emang kalo diem di kos. Event2 gratis dan asik kayak gini ini perlu banget buat didatengin. Alhasil, datanglah saya kesini bersama partner mbolang biasanya Mutia :D
Kesan pertama saya ngikutin acaranya Cak Nun adalah asik, gokil, anak muda banget, keren Kiai Kanjengnya. yah.. meskipun ada beberapa pernyataan yang perlu di sensor sih...
Mulai ba'da isya, hingga pagi dini hari. Kami duduk menyimak semuanya. Yah.. ilmu memang tidak hanya didapat dari bangku2 formal. Bahkan, disinipun, ilmu itu tersebar.
xoxo
Auliya
Kapan hari itu sempet dateng kesini.
Sumpah! Serru banget. mrinding dan dapet pengetahuan tentang budaya juga :)
Mau cerita2 di blog, lupa mulu, dan males mau ngresume jalan ceritanya. Hihi...
Ini cuam diadain di 2 negara lho... Indonesia (malang) dan singapura.
So, buat kamu yang pengen tahu secara langsung dateng aja ke singapura taun depan :D
atau _________
searching di google ajah! haha
Di bulan ini semoga bisnis saya bersama mba Aina berjalan.
Satu langkah kecil untuk keberhasilan yang besar. aamiin.. :)
xoxo,
Auliya








