Bulan separuh yang tercinta ! Maukah kau duduk di sampingku ?
Sekedar mendengarkanku bercerita,
atau meminjamkan tubuh bantatmu agar aku bisa bersandar sebentar
Sebentar saja, aku ingin menangis
Menangis karena alasan yang tak seharusnya
Bulan separuh yang tercinta !
Salahkah bila aku mulai berkenalan dengan Cemburu
Entah kapan dia datang
Tapi kedatangannya begitu menyakitkan
___________________________________________________________

Cemburu yang biadab! Maukah kau pergi saja ?
Tinggalkan aku sendirian
Meskipun tak ada lagi yang bersedia menyodorkan punggungnya padaku
Puas kamu melihatku menangis ?
Menangis karena kamu!
Ya, kamu, Cemburu!
Ah, sudahlah
Jaring laba-laba di pojok kamar, dia mengejekku
Karena aku tak bisa enyah dari perkenalan menyakitkan itu
Pergilah 



_ tak ingin melihatnya ketika ia datang. karena wajah suramnya itu yang selalu tampak dengan mata yang masih terbuka separuh. kapan ya dia akan datang dengan senyuman ?

_ sekali pernah menghabiskan makanan saya yang saya tak mau memakannya lagi di suatu malam. saya selalu berharap ada lelaki seperti itu disamping saya. karena melihatnya makan itu menyenangkan saya rasa.

_ mungkin saya hapal aroma parfumnya, tapi tak pernah tau itu parfum merk apa. bahkan ketika ia pin tak ada, saya bisa membayangkan mencium aroma itu dengan jelas dan penuh keyakinan.

_ saya benci sekali suara berisik motornya itu. tak adakah yang lebih merdu untuk didengar ? kalau dia saya ajak kerumah suatu hari nanti, sudah pasti dia harus menggantinya meskipun dengan terpaksa. karena saya tahu, ibuk saya benci suara seperti itu atau dia akan ditatap orang sekampung dengan tatapan mata sipit sebelah. itu tidak menyenangkan sama sekali.

_ selalu saya gandeng lengan bajunya ketika menyebrang dan saya bersembunyi dibalik badanya. karena saya akui saya kurang mahir perihal menyebrang. ah, mungkin bertahun-tahun yang akan datang lengan baju itu akan melebar kemana-mana saking seringnya saya tarik. haha

_ menghabiskan sore bersama mengobrol kesana kemari ditemani langit  kelabu yang menangis.

Notes :
btw ini post jangan diambil hati ya.. ini cuma terinspirasi dari http://hurufkecil.net saya kira saya mulai menyukai tulisan-tulisannya :p




Memang pergi dengan mengucap selamat tinggal akan mudah untuk melupakan daripada pergi tanpa menoleh belakang... (Mas Rio)

 

Untuk itulah, mengapa saya selalu diam saja tanpa berucap selamat tinggal ketika saya ataupun kamu pergi duluan. Bukan karena apa. Karena saya pikir saya sependapat dengan pikiran sederhana di atas. Bagus sekali bukan. Jangan pernah berpikir saya selalu acuh terhadap kepergianmu pun kedatanganmu. Kamu! Ya kamu, ingat ya.. selalu ada di sini *tunjuk dada* #eaa
Atau memang saya sengaja, agar kamu pun tak melupakan saya. Sederhana. Saya tidak mau jadi orang yang sulit. Saya mau jadi orang yang sederhana saja. Saya mau lebih santai menghadapi segala sesuatunya. Terimakasih ya :3

Oke, ini hari terkahir kuliah semester 4 (meskipun besok masih ada jam *pura-pura nggak ada*). Nggak terasa banget, semester 5 sudah menunggu dengan centilnya di 3 bulan kedepan. Seharian ini saya benar-benar sibuk ngurusin tugas ini itu yang udah pada deadline. Ya baru ini duduk manis santai di depan laptop nulis tulisan gak penting banget ini. Capek sekali memang. Saya akan segera mandi kemudian solat isya, lalu entah nanti apa yang akan saya lakukan. Buku bersampul pink ngejreng yang saya beli tanggal 9 lalu itu sebenarnya sudah memanggil. Tapi sebentar, saya akan mempersiapkan hati saya dulu sampai benar-benar siap. 
Yak! Kamu yang sesekali nongol di pikiran saya, selamat malam, tak perlu mengirim pesan singkat, saya yakin kamu baik-baik saja di sana. Saya pastikan juga bahwa saya juga baik-baik saja dengan perut yang sudah terasupi meskipun telat. Sekali lagi selamat malam ya... bersantailah sejenak, karena kamu perlu itu :)

20:29
Auliya