"Ada orang-orang yang tidak begitu beruntung, karena kebahagiannya datang lewat cara merebut senyum dari wajah-wajah di sekitarnya. Ada orang-orang yang memang cara hidupnya sangat malang, karena keberadaannya justru hadir lewat jalan mengecilkan cara hidup orang lain - hanya agar dirinya terlihat lebih besar. Dan ada orang-orang yang justru baru merasa utuh, setelah membuat hati orang yang mencintainya tidak lagi penuh " -falafu-


Assalamu'alaikum. Bismillah. Setelah sekian lama mengendapkan blog ini, akhirnya saya kembali kembali kembaliiii horaaay (meskipun ga ada yang menunggu sih hehe). Kembali dengan tidak sendirian, melainkan dengan seseorang yang tujuh bulan terakhir ini ngerecokin hari-hari saya sepanjang pagi siang malam. Hello Zaqi, i can't stop thinking about you.




"ketika seseorang yang memiliki hatimu lebih sering bersama yang lain, mengantarnya kemana-mana, duduk di dekatnya, berdua bersamanya. maka percayalah bahwa dia begitu dibutuhkan banyak orang. Dan yakinkan hatimu hanya kamu yang ada dihatinya. It's right?"
A.imamy

Jadi jauh sebelum saya membaca bukunya @sudjiwotedjo berjudul Jiwo J#ncuk dalam subtitlenya "Ada Sajadah Panjang Terbentang"  yang ungkapannya saya capture itu, saya sempet berfikir juga seperti itu, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi banyak orang. Jadi, ikhlaslah dan kuatlah para perempuan! *selftalked*




Memang pergi dengan mengucap selamat tinggal akan mudah untuk melupakan daripada pergi tanpa menoleh belakang... (Mas Rio)

 

Untuk itulah, mengapa saya selalu diam saja tanpa berucap selamat tinggal ketika saya ataupun kamu pergi duluan. Bukan karena apa. Karena saya pikir saya sependapat dengan pikiran sederhana di atas. Bagus sekali bukan. Jangan pernah berpikir saya selalu acuh terhadap kepergianmu pun kedatanganmu. Kamu! Ya kamu, ingat ya.. selalu ada di sini *tunjuk dada* #eaa
Atau memang saya sengaja, agar kamu pun tak melupakan saya. Sederhana. Saya tidak mau jadi orang yang sulit. Saya mau jadi orang yang sederhana saja. Saya mau lebih santai menghadapi segala sesuatunya. Terimakasih ya :3

Oke, ini hari terkahir kuliah semester 4 (meskipun besok masih ada jam *pura-pura nggak ada*). Nggak terasa banget, semester 5 sudah menunggu dengan centilnya di 3 bulan kedepan. Seharian ini saya benar-benar sibuk ngurusin tugas ini itu yang udah pada deadline. Ya baru ini duduk manis santai di depan laptop nulis tulisan gak penting banget ini. Capek sekali memang. Saya akan segera mandi kemudian solat isya, lalu entah nanti apa yang akan saya lakukan. Buku bersampul pink ngejreng yang saya beli tanggal 9 lalu itu sebenarnya sudah memanggil. Tapi sebentar, saya akan mempersiapkan hati saya dulu sampai benar-benar siap. 
Yak! Kamu yang sesekali nongol di pikiran saya, selamat malam, tak perlu mengirim pesan singkat, saya yakin kamu baik-baik saja di sana. Saya pastikan juga bahwa saya juga baik-baik saja dengan perut yang sudah terasupi meskipun telat. Sekali lagi selamat malam ya... bersantailah sejenak, karena kamu perlu itu :)

20:29
Auliya